Pengaruh Diet Tinggi Kolesterol terhadap Kadar TNF α

Reza Adityas Trisnadi

Abstract


Dislipidemia adalah gangguan metabolisme lipid berupa peningkatan kadar kolesterol total, low density lipoprotein (LDL), trigliserida, dan penurunan high density lipoprotein (HDL). Faktor penyebab dislipidemia di Indonesia yaitu perilaku masyarakat yang cenderung mengkonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak. Pola makan yang banyak mengandung kolesterol, serta gaya hidup yang tidak sehat, stress, merokok membuat kadar lemak darah sangat sulit dikendalikan yang dapat menimbulkan kondisi hiperkolesterolemia. Memakan makanan dengan banyak lemak akan meningkatkan proses inflamasi yaitu TNF α. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak diet tinggi kolesterol terhadap kadar TNF α. Metode yang digunakan adalah experimental dengan rancangan post test only control group design terhadap hewan coba tikus Galur Wistar. Tikus akan diberikan diet tinggi kolesterol yaitu kuning telor puyuh selama 7 hari. Pemeriksaan kadar TNF α dengan teknik. ELISA. Hasil pemeriksaan mendapatkan nilai p<0,05 maka dapat diartikan bahwa dampak diet tinggi kolesterol akan meningkatkan kadar inflamasi ditubuh khusunya TNF α. Kesimpulan diet tinggi kolesterol akan meningkatkan kadar TNF α.
Kata kunci: Diet tinggi kolesterol, TNF α

References


Fodor G. Primary Prevention of CVD: Treating Dyslipidemia. Clinical Evidence Handbook A Publication of BMJ Publishing Group. 2011; 83(10): 1.

Deparmen Kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Kementrian Kesehatan RI; 2013.

WHO. Cardiovascular diseases. [serial online]. 2013. (dikutip pada 20 Desember 2019). Diakses : http://www.who.int/topics/cardiovascular_diseases/en/

Mozaffarian D, Wilson PWF, Kannel WB. Beyond Established and Novel Risk Factors: Lifestyle Risk Factors for Cardiovascular Disease. American Heart Association.[serial online]. 2008. (dikutip pada 20 Desember 2019).

Muchtadi, D. 2008. Metabolisme Zat Gizi. Pusat Antar Universitas, IPB. Bogor: Pustaka Sinar Harapan

Kersshaw, E., Flier J. 2004. Adipose tissue as an endocrine organ. J Clin Endocrinol Metabolism 89: 2548-2556.

Rachmat, S., Wiramihardja, K. K. 2009. Obesitas Permasalahan dan Terapi Praktis. Cetakan Pertama. Bandung: Granada. Halaman: 57-61, 75-89

Pangkahila, W. 2007. Anti Aging Medicine : Memperlambat Penuaan, Meningkatkan Kualitas Hidup. Cetakan ke-1. Jakarta : Penerbit Buku Kompas. Hal : 8-17.

Balkan J., Dogru-Abbasoglu S., Aykac-Toker G., Uysal M. Serum pro-oxidant– antioxidant balance and low-density lipoprotein oxidation in healthy subjects with different cholesterol levels. Clin Exp Med. 2004;3(4):237– 242.

Baynes J.W., Dominiczak M.G. 2005. Lipid Metabolism and Atherogenesis. Medical Biochemistry, Elsvier Mosby, 2nd edition

Bahri, A. Dislipidemia Sebagai Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner. e-USU Repositor. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2004. Available from : http://www.library.usu.ac.id/download/fk/gizi-bahri3.pdf. Accesed Oktober,16, 2019.

Guyton, Hall. Fisiologi Kedokteran. 12th Ed. Jakarta: Elsevier Inc.; 2011.

Ganung. Fisiologi Kedokteran. 22nd Ed. Jakarta: Egc Penerbit Buku Kedokteran; 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf.v12i2.1010

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

e-ISSN: 2502-7778 ---- p-ISSN 2086-3098

Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES, Volume 1-6 (2010-2015) tampil di http://suaraforikes.webs.com

(Journal of Health Research "FORIKES VOICE", Volume 1-6 (2010-2015) available at http://suaraforikes.webs.com)

---------------------------------------------------------