FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TAHUN 2018

Dewi Andariya Ningsih

Abstract


ASI sudah diketahui keunggulannya, namun kecenderungan para ibu untuk tidak menyusui bayinya secara Eksklusif semakin besar. Hal ini dapat dilihat dengan semakin besarnya jumlah ibu menyusui yang memberikan MP-ASI lebih awal sebagai pengganti ASI. Desain penelitian menggunakan metode mixed methods dengan strategi sequential explanatory. Penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 20 ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan terdiri dari 6 ibu yang memberikan ASI Eksklusif dan 14 ibu tidak memberikan ASI Eksklusif. Faktor-faktor yang dikaji yaitu tentang pengetahuan, kondisi kesehatan ibu, persepsi, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, promosi susu formula, kebijakan, budaya dan tempat bersalin. Mayoritas karakteristik informan berumur antara 21-35 tahun sebanyak 80%, dengan paritas 1-3 sebanyak 95%, tingkat pendidikan mayoritas menengah sebanyak 50%, dan sebagian besar IRT 55%. Faktor penghambat ASI Eksklusif yaitu Pengetahuan masih kurang dari sebagian besar ibu yang setuju terhadap pemberian makanan pendamping ASI sebelum bayi berusia enam bulan, dari segi kondisi kesehatan ibu banyak ibu yang mengalami baby blues sehingga tidak memberikan ASI dianggap hal biasa, persepsi sebagian besar ibu dengan memberikan ASI saja pada bayi 0-6 bulan masih dianggap kurang jika tidak ditambah dengan MP-ASI. Dukungan petugas kesehatan yang masih minim terkait informasi yang diberikan kepada ibu, dukungan keluarga juga sangat memengaruhi pemberian ASI, gencarnya promosi susu formula sangat memengaruhi pemberian ASI Eksklusif, dari segi kebijakan belum ada program khusus untuk ASI Eksklusif, masih ada budaya dengan pembatasan makan pedas dan asam dan beberapa makanan yang dianggap baik salah satunya daun katuk, dari segi tempat bersalin seluruh informan melahirkan dipetugas kesehatan.
Kata kunci : Air Susu Ibu

Keywords


ASI EKSLUSIF

References


Asmijati. (2007). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tiga Raksa Kecamatan Tiga Raksa dari II Tangerang tahun 2007.

Depkes, R. (1994). Pedoman Teknis Terpadu Audit Maternal-Perinatal di Tingkat Dati II. Jakarta: Ditjen Binkesmas.

Dinkes, J. (2015). Profil Dinas Kesahatan Jawa Timur.

Duijts, A. L., & Vincent, W. V. (2017). Prolonged and Exclusive Breastfeeding Reduces the Risk of Infectious Diseases in Infancy. Pediatrics. http://doi.org/10.1542/peds.2008-3256

Fahrina, & Yeye. (2010). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif i Wilayah Kerja Puskesmas UPT Pagarsih Koa Bandung Tahun 2010. FKM.UI.

Germas. (n.d.). Larangan Promosi Susu Formula di Fasilitas Kesehatan.

IDAI. (2010). ASI.

Kemenkes, R. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2009 (2009).

Kesehatan, U.-U. R. I. N. 36 tahun 2009 tentang. (2009). Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomro 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kompas. (2010). Promosi Susu Formula Perlu Pengaturan. Retrieved from https://ekonomi.kompas.com/read/2010/08/20/03334876/promosi.susu.formula.perlu.pengaturan.

Kompas. (2011). Dorong Pemanfaatan ASI, Atur Promosi Susu Formula. Retrieved from https://tekno.kompas.com/read/2011/03/31/04262899/dorong.pemanfaatan.asi.atur.promosi.susu.formula

Kumza, & Jerzy. (2013). Knowladge attitude and practice related to infant feeding aong women in rrural Papua New Guinea : A Descriptive mixed Metdhod study. International Breastfeeding Journal.

Lestari, D. (2004). Faktor Ibu Bayi yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif dan Indonesia Tahun 2007 (Analisa Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2007). FKM. UI.

Lubis, & Umar, N. (2000). Manfaat Pemakaian ASI Ekslusif. Majalah Cermin Dunia Kedokteran Nomro 26.

Mamonto, T. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Bayi Di Wilayah Keja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu.

Mardeyanti. (2007). Hubungan Status Pekerjaan Dengan Kepatuhan Ibu Memberikan ASI Ekslusif di RSUP DR. Sardito Yogyakarya Tahun 2007. FKM.UI.

Ningsih, D. A. (2015). Partnership Dalam Pelayanan Kebidanan. Prosiding Book Simposium Dan Workshop Nasional Pengembangan Pendidikan Dan Pelayanan Kebidanan Indonesia, 2.

Ningsih, D. A. (2017a). Continuity Of Care. Oksitosin, IV, 67–77.

Ningsih, D. A. (2017b). Faktor- Faktor Penyebab Kematian Maternal di Kota Tasikmalaya Tahun 2015. Universitas Padjajaran.

Ningsih, D. A. (2017c). Women Empowerment dalam Penggunaan KB. Oksitosin, IV, 113.

Ningsih, D. A. (2018). Dukungan Ayah Dalam Pemberian Air Susu Ibu. Oksitosin, 50–57.

Notoatmodjo. (2007). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Notoatmojo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraini, T., Julia, M., & Dasuki, D. (2013). Sampel Susu Formula dan Praktik Pemberian Air Susu Ibu Ekslusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7.

Nurlely, & Apriani, I. (n.d.). Perbedaan Faktor-Faktor Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah kerja Puskesmas Poncol dan Puskesmas Candilama kota Semarang. 2012.

Nurpelita. (2007). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Buatan Siak TAHUN 2007. FKM. UI.

Nuryanto. (2002). Hubungan Faktor Ibu, Faktor Pelayanan Kesehatan dan Pemberian ASI saja pada anak usia 0-11 bulan. FKM.UI.

Rahma, L. (2011). Atribusi tentang Kegagalan ASI pada Ibu Pekerja: Sebuah Studi Fenomenologi. Proyeksi, 6(1), 62–70.

Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Bakti husada.

Roesli, U. (2010). Inisiasi Menyusui Dini Plus ASI Eksklusif (Cetakan ke). Jakarta: Pustaka Bunda.

Soetjiningsih. (1997). ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. Cetakan Ke 1. Jakarta: EGC.

Surat Al Baqarah. (233AD). Surat Al Baqarah.

U, T., & Aryastami, N. (2012). Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Bayi Terhadap Pemberian Asi Eksklusif. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15, 390–397.

Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J. D., França, G. V. A., Horton, S., Krasevec, J., … Walker, N. (2016). Breastfeeding in the 21st century : Epidemiology , Mechanisms , and Lifelong Effect. Lancet, 387.

Wen, Li Ming, L. A. B., Rissel, C., Alperstein, G., & Simpon, J. M. (2009). Intention tobreasfeed and Awareness of Helath Recommendation: Findings form first time mothers in soutwest Sydney. Australia.

Wong, & L, D. (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC.

Yuliarti, & Nurbeti. (2010). Keajaiban ASI- Makanan Terbaik Untuk Kesehatan, Kecerdasan dan Kelincahan si Kecil. Yogyakarta: Andi Offset.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Dewi Andariya Ningsih

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

e-ISSN: 2502-7778 ---- p-ISSN 2086-3098

Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES, Volume 1-6 (2010-2015) tampil di http://suaraforikes.webs.com

(Journal of Health Research "FORIKES VOICE", Volume 1-6 (2010-2015) available at http://suaraforikes.webs.com)

---------------------------------------------------------