Implementasi Prinsip Keterbukaan dalam Pemberdayaan Terhadap Keaktifan Kader Kesehatan untuk Mencegah Risiko Kematian Ibu

Yuni Romalita, Yusriani Yusriani, Muhammad Khidri Alwi, Serawati Serawati

Abstract


Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of the degree of public health. One of the government's programs in suppressing MMR is the empowerment of health cadres. Cadres have a big role to play in the smooth process of health services, one of which is posyandu activities. The principle of openness is very important in empowerment to increase the activeness of cadres in reducing MMR. The research objective is to find out the implementation of the principle of openness in empowering the activeness of health cadres in preventing the risk of maternal death in Gowa Regency. This type of research was cross sectional study with a sample size of 120 people, selectied by accidental sampling. Data collection was done by interview using a questionnaire, data analysis using the Chi square test. The results showed that 89.2% of cadres met the principle of openness in empowerment and 10.8% did not meet the principle of openness. There is a relationship between the implementation of the principle of openness in empowerment to the activeness of health cadres in preventing the risk of maternal death in Gowa Regency. It is expected that all relevant parties can work together to increase the activity of health cadres in preventing the risk of maternal death, especially in applying the principle of openness in empowerment.
Keywords: the principle of openness; cadre empowerment; maternal death; cadre activity
ABSTRAK

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Salah satu program pemerintah dalam menekan AKI adalah pemberdayaan kader kesehatan. Kader memiliki peran besar terhadap lancarnya proses pelayanan kesehatan salah satunya kegiatan posyandu. Prinsip keterbukaan sangat penting dalam pemberdayaan untuk meningkatkan keaktifan kader dalam menurunkan AKI. Tujuan penelitian yaitu dalam untuk mengetahui implementasi prinsip keterbukaan dalam pemberdayaan terhadap keaktifan kader kesehatan dalam mencegah risiko kematian ibu di Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectiona Study dengan jumlah sampel sebanyak 120 orang, pemilihan sampel dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89.2% kader memenuhi prinsip keterbukaan dalam pemberdayaan dan 10.8% yang tidak memenuhi prinsip keterbukaan. Ada hubungan antara implementasi prinsip keterbukaan dalam pemberdayaan terhadap keaktifan kader kesehatan dalam mencegah risiko kematian ibu di Kabupaten Gowa. Diharapkan kepada semua pihak yang terkait dapat bekerja sama untuk meningkatkan keaktifan kader kesehatan dalam mencegah risiko kematian ibu, khususnya dalam menerapkan prinsip keterbukaan dalam pemberdayaan.
Kata kunci: prinsip keterbukaan; pemberdayaan kader; kematian ibu; keaktifan kader

Keywords


The principle of openness, Cadre empowerment, Maternal death, Cadre activity



DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf.v11i1.599

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

e-ISSN: 2502-7778 ---- p-ISSN 2086-3098

Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES, Volume 1-6 (2010-2015) tampil di http://suaraforikes.webs.com

(Journal of Health Research "FORIKES VOICE", Volume 1-6 (2010-2015) available at http://suaraforikes.webs.com)

---------------------------------------------------------