Pemetaan Kepadatan Penduduk, Status Vaksinasi dan Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies

Nur Hikmah Buchair, Dilla Srikandi Syahadat, Stefiani Bengan Laba, Marselina Palinggi, Nur Fadhilah Sari, Nur Azizah Azzahra

Abstract


Rabies is a zoonotic disease that attacks the central nervous system and is almost always fatal. Spatial analysis is important to understand the distribution of rabies-transmitting animal bite cases and the factors that influence them. The purpose of this study was to determine the distribution of rabies-transmitting animal bite cases based on vaccination status and population density, as well as spatial distribution patterns. This research was an analytical study with an ecological approach, a population study of 79 respondents who received rabies-transmitting animal bite cases. Primary data were collected through field observations and questionnaires, while spatial analysis was conducted using GeoDa software with a spatially weighted regression method. The results showed that the animals that transmit rabies are dogs (80%), cats (19%), and monkeys (1%). The most cases occurred in Petobo Village (60.8%), and the rest in South Birobuli (39.2%). A total of 51.9% of cases had incomplete vaccination status. Spatial analysis showed that population density (p = 0.000) and vaccination status (p = 0.000) significantly influenced the incidence of rabies-transmitting animal bites. The spatial distribution pattern was shown to be clustered with a p-value of 0.002309. In conclusion, population density and vaccination status are important factors influencing the incidence of rabies-transmitting animal bites, with cases tending to be clustered.

Keywords: rabies-transmitting animal bites; rabies; spatial analysis; population density; vaccine

 

ABSTRAK

 

Rabies adalah penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal. Analisis spasial menjadi penting untuk memahami pola penyebaran kasus gigitan hewan penular rabies dan faktor yang memengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui distribusi kasus gigitan hewan penular rabies berdasarkan status vaksinasi dan kepadatan penduduk, serta pola sebaran spasial. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan ekologi, merupakan studi populasi terhadap 79 responden kasus gigitan hewan penular rabies. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan kuesioner, sedangkan analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoDa dengan metode spatially weighted regression. Hasil penelitian menunjukkan hewan penular rabies adalah anjing (80%), kucing (19%) dan kera (1%). Kasus terbanyak terjadi di Kelurahan Petobo (60,8%) dan sisanya di Birobuli Selatan (39,2%). Sebanyak 51,9% kasus memiliki status vaksinasi tidak lengkap. Analisis spasial menunjukkan kepadatan penduduk (p = 0,000) dan status vaksinasi (p = 0,000) berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian gigitan hewan penular rabies. Pola distribusi spasial terbukti clustered dengan nilai p = 0,002309. Sebagai kesimpulannya, kepadatan penduduk dan status vaksinasi merupakan faktor penting yang memengaruhi kejadian gigitan hewan penular rabies, dengan distribusi kasus cenderung berkelompok.

Kata kunci: gigitan hewan penular rabies; rabies; analisis spasial; kepadatan penduduk; vaksin


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf16419

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

___________________________________________________________________________________________________________________________________

Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research FORIKES VOICE), e-ISSN: 2502-7778, p-ISSN 2086-3098
Volume 1-6 (2010-2015) are available at http://suaraforikes.webs.com)
+6282132259611 (phone and WhatsApp)

___________________________________________________________________________________________________________________________________