Strategi Konvensional Lebih Baik daripada Hybrid Learning dalam Pembelajaran Resusitasi Jantung Paru bagi Mahasiswa Keperawatan
Abstract
The COVID-19 pandemic necessitated the adaptation and transformation of traditional learning methods to hybrid learning. Cardiopulmonary resuscitation is a crucial skill for nursing students. The purpose of this study was to determine the effect of hybrid learning on the knowledge and skills of nursing students in cardiopulmonary resuscitation. This study used a post-test-only design with a control group. The subjects consisted of an intervention group and a control group, each consisting of 34 students. Knowledge levels were measured using a questionnaire that met validity requirements. Data analysis was performed using the Mann-Whitney U test. The results showed that the average knowledge level of the hybrid learning intervention group was lower than that of the control group using conventional learning methods. The statistical test showed a p-value of 0.011, indicating a difference in knowledge levels based on the learning method used. It was concluded that conventional learning is better for learning cardiopulmonary resuscitation than hybrid learning in nursing students.
Keywords: cardiopulmonary resuscitation; knowledge; nursing students; hybrid learning; conventional learning
ABSTRAK
Pandemi Covid-19 menyebabkan perlunya adaptasi dan transformasi dari metode tradisional ke hybrid learning. Resusitasi jantung paru adalah keterampilan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pembelajaran hibrid terhadap pengetahuan dan keterampilan resusitasi jantung paru mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only with control group. Subyek penelitian terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol, yang masing-masing terdiri dari 34 mahasiswa. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pengetahuan kelompok intervensi pembelajaran hibrid lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,011, yang berarti bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan metode pembelajaran yang digunakan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pembelajaran konvensional lebih baik untuk pembelajaran resusitasi jantung paru daripada pembelajaran hibrid pada mahasiswa keperawatan.
Kata kunci: resusitasi jantung paru; pengetahuan; mahasiswa keperawatan; pembelajaran hibrid; pembelajaran konvensional
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf16147
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
___________________________________________________________________________________________________________________________________
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research FORIKES VOICE), e-ISSN: 2502-7778, p-ISSN 2086-3098
Volume 1-6 (2010-2015) are available at http://suaraforikes.webs.com)
+6282132259611 (phone and WhatsApp)
___________________________________________________________________________________________________________________________________