Difteri Probabel dengan Kultur Negatif yang Menyerupai Tonsilitis Bakteri pada Anak yang Tidak Divaksinasi dari Pesantren: Tantangan Diagnostik dan Sosio-Kultural
Abstract
Diphtheria remains a public health threat in areas with low immunization coverage. Diagnosis is often delayed because initial symptoms resemble common bacterial tonsillitis, especially in unimmunized children due to religious-based vaccine hesitancy. This study aimed to raise awareness of the possibility of diphtheria masquerading as bacterial tonsillitis in unimmunized children, highlight the role of socio-cultural factors in the emergence of cases, and provide clinical recommendations and prevention policies in boarding settings. This study was a case report involving a patient treated at a polyclinic. Data were collected during the patient's treatment and follow-up period. Data were collected from the patient's medical record, family interviews, and clinical photographic documentation. The study identified a 12-year-old boy who had never been immunized who presented with complaints of sore throat, odynophagia, and the formation of a thick pseudomembrane on the tonsils, suggesting diphtheria. Although throat cultures were negative for Corynebacterium diphtheriae, rapid clinical improvement after administration of diphtheria antitoxin and erythromycin supported a probable clinical diagnosis of diphtheria. In conclusion, this case highlights the diagnostic challenges of diphtheria with typical clinical manifestations but negative laboratory results and emphasizes the importance of early empiric therapy based on clinical suspicion, especially in the unimmunized population.
Keywords: diphtheria; vaccine hesitancy; immunization; children; boarding school
ABSTRAK
Difteri tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. Diagnosis sering tertunda karena gejala awalnya menyerupai tonsilitis bakterial biasa, terutama pada anak yang belum diimunisasi akibat keraguan vaksin berbasis agama (religious-based vaccine hesitancy). Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan difteri tersamar sebagai tonsilitis bakterial pada anak tidak diimunisasi, menyoroti peran faktor sosial-kultural dalam munculnya kasus, dan memberikan rekomendasi klinis serta kebijakan pencegahan di lingkungan berasrama.menggambarkan. Studi ini merupakan laporan kasus yang melibatkan seorang pasien yang ditangani di poliklinik. Data dikumpulkan selama masa perawatan dan kontrol lanjutan. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien, wawancara keluarga, dan dokumentasi foto klinis. Hasil studi telah mengidentifikasi seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang belum pernah diimunisasi datang dengan keluhan nyeri tenggorok, odinofagia, dan terbentuknya pseudomembran tebal pada tonsil yang mengarah pada dugaan difteri. Meskipun hasil kultur tenggorok negatif terhadap Corynebacterium diphtheriae, perbaikan klinis yang cepat setelah pemberian antitoksin difteri dan eritromisin mendukung diagnosis klinis difteri probable. Sebagai kesimpulan, kasus ini menyoroti tantangan diagnostik pada difteri dengan manifestasi klinis khas namun hasil laboratorium negatif serta menegaskan pentingnya terapi empiris dini berdasarkan kecurigaan klinis, terutama pada populasi yang belum diimunisasi.
Kata kunci: difteri; vaccine hesitancy; imunisasi; anak; sekolah berasrama
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf16429
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
___________________________________________________________________________________________________________________________________
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research FORIKES VOICE), e-ISSN: 2502-7778, p-ISSN 2086-3098
Volume 1-6 (2010-2015) are available at http://suaraforikes.webs.com)
+6282132259611 (phone and WhatsApp)
___________________________________________________________________________________________________________________________________