Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Stunting Anak Usia di Bawah 5 Tahun

Rizki Kurniadi, Sigit Mulyono

Abstract


Stunting is one of the nutritional problems that can significantly inhibit human development. Controlling the factors that cause stunting can reduce the incidence of stunting. The purpose of this study is to identify the risk factors of stunting in children under 5 years old (toddlers). The method used was a systematic literature review which was analyzed using descriptive approach. The data obtained from online database such as PubMed; CINAHL; Sciencedirect; Medline; Google Scholar. The results of the study identified the risk factors of stunting were maternal factors including maternal nutrition before pregnancy, during pregnancy, and breastfeeding; maternal stature; age <18 years old; IUGR; and the distance between adjacent pregnancies. The second factors were the home environment including father's height, parental education level, family density and family dependencies (for example there were more than one family member <15 years old and> 65 years old), parents' poor ability to care for children, poverty, food securit. The third factors were the feeding practice and breastfeeding practice including lack of dietary diversity, animal protein, as well as high-energy food; feeding practice started in the age less than 6 months; breastfeeding practice in the period less than 24 months; access to clean water and hygiene. The last factor was infection. Stunting control can be carried out comprehensively by increasing maternal knowledge about nutrition; increasing access to nutritious food; and access to clean water, good sanitation, and healthcare facilities. Keywords: nutrition; growth, risk factors; toddlers; stunting

ABSTRAK

Stunting merupakan salah satu masalah nutrisi yang dapat menghambat perkembangan manusia secara bermakna. Mengendalikan faktor-faktor yang menyebabkan stunting dapat menekan angka kejadian stunting. Tujuan studi ini adalah megidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya stunting pada anak usia di bawah 5 tahun (balita). Metode yang digunakan adalah studi literature sistematis dengan analisis deskriptif. Artikel diperoleh dari database online seperti PubMed; CINAH;, Sciencedirect; Medline; Google Scholar. Hasil studi mengidentfikasi faktor risiko terjadinya stunting adalah faktor maternal yang meliputi nutrisi ibu sebelum kehamilan, saat kehamilan, dan saat menyusui; tinggi badan ibu; usia ibu <18 tahun; IUGR; dan jarak kehamilan berdekatan. Faktor kedua adalah lingkungan rumah termasuk tinggi badan ayah; tingkat pendidikan orangtua; tingkat kepadatan keluarga dan dependensi keluarga (misalnya ada lebih dari satu anggota keluarga yang berusia <15 tahun dan >65 tahun); kemampuan orangtua yang buruk dalam merawat anak; kemiskinan; dan ketahanan pangan yang rendah. Faktor ketiga adalah praktik pemberian makan dan ASI yang meliputi pemberian kurangnya diet diversity, protein hewani, serta makanan tinggi energy; waktu pemberian MPASI saat usia anak <6 bulan; pemberian ASI <24 bulan; serta akses air bersih dan kebersihan. Faktor keempat adalah kejadian infeksi. Pengendalian stunting dapat dilakukan secara komprehensif dengan peningkatan pengetahuan ibu tentang nutrisi, peningkatan akses makanan bergizi, serta akses terhadap air bersih, sanitasi yang baik, serta pelayanan kesehatan. Kata Kunci: nutrisi; pertumbuhan; faktor resiko; balita; stunting

Keywords


balita, faktor risiko , nutrisi, pertumbuhan,

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf10406

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

e-ISSN: 2502-7778 ---- p-ISSN 2086-3098

Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES, Volume 1-6 (2010-2015) tampil di http://suaraforikes.webs.com

(Journal of Health Research "FORIKES VOICE", Volume 1-6 (2010-2015) available at http://suaraforikes.webs.com)

---------------------------------------------------------